Oknum Anggota DPRD Kabupaten Banyumas berinisial P Diduga Sebagai “Perumgator”

 

Banyumas, SuaraRakyat.in – Kasus perselingkuhan kembali terjadi di Purwokerto. Kali ini dilakukan oleh seorang Laki- laki berinisial P (39) asal Desa Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

P kedapatan tengah berselingkuh dengan wanita idaman lain (WIL) bernisial W (34). Keduanya kepergok saat W tengah asyik ber SMS/Wa mesra. Celakanya, perselingkuhan ini dipergoki oleh L (51) yang tidak lain adalah suami W

Tak terima dengan kejadian ini, L pun mengadukan sang “Perumgator” bersama dengan pasangan selingkuhannya ke Polres Banyumas untuk ditindaklanjuti.

Kanit PPA Polres Banyumas, ketika dikonfirmasi pada Kamis (8/11/2018) membenarkan adanya aduan dugaan kasus perselingkuhan tersebut.

L memang sudah sejak lama mencurigai jika sang istri melakukan perselingkuhan. Pada akhirnya ia memutuskan untuk mengecek Hand Phone (Hp) sang istri. Hatinya pun kian teriris saat melihat percakapan SMS/ Wa sang istri yang tidak senonoh, penuh dengan nuansa cabul.

Saat L menanyakan W mengenai perihal perselingkuhan tersebut, W mengakui telah menjalin asmara dengan P sejak tahun 2011 yang lalu. Bahkan W menambahkan pernah berhubungan badan di sebuah Hotel yang berada dikawasan Jl.Komisaris Bambang Suprapto Purwokerto. P dan W memang sama-sama memendam rasa ketika mereka berjumpa pertama kali.

Saat ini Unit PPA Polres Banyumas masih melalukan penyidikan. Dan Untuk sementara P bersama dengan pasangan selingkuhannya dikenakan dengan pasal 284 KUHP tentang Perzinahan, sembari mengumpulkan bukti dan saksi pendukung lainnya.

Na’asnya P adalah anggota DPRD aktif
Kabupten Banyumas , adalah Figur Publik yang patut dicontoh khususnya dalam kehidupan rumah tangga P dan umumnya untuk khalayak umum. Namun perangai dan tingkah laku P sama sekali tidak mencerminkan kebaikan.

Dalam pesta Demokrasi pada 17/4/2019 mendatang, P kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD untuk Dapil 2 yang membawahi empat Kecamatan di Wilayah Banyumas. Yang jadi pertanyaannya, apakah P masih dapat diterima oleh Masyarakat dan Partai Pengusungnya yang selama ini telah membesarkan namanya. Setelah P tersandung kasus Perselingkuhan/Perzinahan dan tertuang dalam Pasal 248 KUHP.

Ketidak puasan hati L terhadap P dan W, memaksa L mengadukan keduanya ke Polres Banyumas dan ditangani Unit PPA, pada 27/8/2018 L memberikan Kuasa penuh kepada Amal Amarudin, SH dan Rekan selaku Kuasa Hukumnya guna memproses dugaan tindak pidana yang dilakukan P dan W.

Antara kedua belah pihak, beberapa kali sudah pernah melakukan mediasi namun tidak pernah ada titik temu sehingga keduanya saling berpihak dalam kebenaran masing-masing. Bila dilihat dalam alur kisah kasus ini, sudah jelas P dan W berada diposisi yang melanggar peraturan Hukum sekalipun didasari rasa suka sama suka.

Diharapkan kepada Intansi terkait, khususnya Unit PPA Polres Banyumas dalam penanganan kasus dugaan 248 KUHP yang menyandung P dan W agar diproses sesuai aturan Hukum yang berlaku. Jangan ada penyelesaian kasus diluar sidang dan pembalikan fakta dari Pasal 368 KUHP, atau gratifikasi kasus karena hal tersebut tidak akan memberikan efek jera terhadap pelaku.

Bahkan faktor pendukung pelanggaran UU ITE dapat menjerat tindakan P dan W yang tertuang dalam Pasal 27 ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Terdapat di pasal 45 yaitu ‘Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (1),dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (tim)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *